Sunday, 5 January 2014

Simpang Lima Gumul Kediri

Hari ini, petualangan sejati kami dimulai dari kota kecil yang bernama Kediri. Berangkat dari solo selasa pagi dengan menumpang kereta api. Dua jam kami menanti hingga akhirnya seorang petugas memanggil kami. Saat itu, perjalan telah resmi dimulai. Raut wajah penasaran akan ada apa disana nanti sudah terbayang lewat mimpi.
Kediri, kota kecil yang penuh kejutan. Tiba di stasiun, kami langsung berupaya mengabadikan kenangan. Sebuah foto bukti kami telah sampai di kota tujuan menjadi kenangan terindah untuk di ingat di masa depan. Mungkin memang hanya sebuah gambar yang kesannya hambar, tapi inilah yang bisa kami buktikan nanti agar perjalanan kami tidak berakhir menjadi sebuah kabar.
Kediri, kota kecil yang sangat berarti hari ini, kejutan demi kejutan hadir di setiap jam, menit, detik bahkan. Kota kecil yang bagi kami tak lebih indah dari kota bengawan. Mampu menghadirkan sebuah pengalaman yang tak akan mungkin kami lupakan.
Kediri, kususuri jalan kotamu dari statiun menuju alun-alun hingga akhirnya aku mampu menulis ini. 8,3 km jarak tempuh kami lalui dengan jalan kaki. Walau sebenarnya kami masih punya uang yang cukup untuk naik taksi. Tapi, inilah perjalanan bagi kami. Jalan kaki dengan jarak seperti ini tentu akan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Polisi, tukang parkir, pedagang es buah, sesekali menyarankan kami untuk memanfaatkan alat transportasi, tapi tawaran itu tidak mematahkan semangat kami. Kami tetap berjalan menyusuri jalan kota kediri hingga akhirnya Kami ada disini, disebuah ikon kota kediri yang disini juga sedang berlangsung acara pesta kembang api. Tak sia sia perjalan kami langkah lelah kami semua terobati. Terimakasih kota kediri, saya berjanji suatu saat nanti akan kembali walau mungkin sudah tidak jalan kaki lagi.
Simpang Lima Gumul
1 Januari 2014
MASJID ALUN-ALUN KEDIRI
PUNCAK ACARA