Showing posts with label CERPEN. Show all posts
Showing posts with label CERPEN. Show all posts

Thursday, 12 July 2012

FATAMORGANA JIWA


Fatamorgana Jiwa
            Tidak ada kata lain selain mengingatnya. Dengan hanya mengingatnya hidupku menjadi berwarna. Setiap malam, dirimu hadir menghiasi alam mimpiku dengan menjadi bidadari cantik yang mampu mengubah dunia ketika aku terbangun. Di pagi hari kau berperan layaknya ibu, yang membangunkan anaknya dari perjalanan tidur semalam dengan menyiapkan segelas susu hangat dan ucapan selamat pagi. Di siang hari bayanganmu selalu hadir di ruang kerjaku, seolah-olah dirimu hadir disitu untuk menyemangatiku dalam bekerja.
            Namun segalanya sudahlah sirna, kau telah pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan dunia dengan sedikit luka. Aku sadar akan betapa perihnya lukamu itu, kau terluka karena aku. Sebelum sepeninggalmu diriku memang selalu menganggap dirimu sebagai pemuas nafsu. Aku tidak memperhatikan rasa sayangmu kepadaku. Aku terlalu egois untuk menjadi seorang suami. Aku terlalu munafik untuk berperan sebagai suamimu. Sungguh menyesal bila aku mengingat segala sesuatu yang kau perbuat untukku. Tapi, hanya dengan menyesal tentu tidak akan bisa membangkitkanmu lagi dari alammu. Kau pergi tanpa meninggalkan benih cinta, kau mati muda. Kematianmu sontak menyayat lubuk hatiku. Karena kau mati dengan sebegitu tragis, aku tak menyanggka dirimu akan nekat melakukan hal itu. Sifat pendiammu menyimpan ribuan misteri yang tidak bisa aku pecahkan.
            Aku sadar betapa bodohnya diriku. Mengapa sejak dulu aku tidak peka terhadap perhatianmu itu. Mungkin aku dulu berpikir aku hanya bisa bekerja dan bekerja demi perekonomian keluarga kita tidak kekurangan. Tapi, setelah saya menghadapi realita dunia, saya menjadi merasa sangat bodoh. Aku dulu bekerja terlalu keras untukmu dan hampir lupa akan kehidupan diluar pekerjaanku. Dan semua itu kulakukan hanya untukmu. Akan tetapi, setelah sepeninggalmu aku merasa, aku bekerja untuk siapa? Orang yang menjadi penyemangatku dalam bekerja sudah meninggalkanku. Nampaknya penyelasan itulah yang menjadikan hidupku akhir-akhir ini menjadi kelabu. Sempat aku berpikir bahwa menyusulmu adalah jalan keluar untuk meminta maaf. Tapi pikrian itu lalu saya buang jauh-jauh dari benakku. Aku tau bahwa bunuh diri tidak akan mampu memecahkan masalah. Seperti yang kau lakukan contohnya, kau bunuh diri demi mengakhiri penderitaanmu hidup di dunia, akan tetapi kau bunuh diri dengan meninggalkan sayatan luka baru dihatiku. Kau membuatku sangat terpuruk dan remuk, aku menjadi kehilangan arah dan tujuan hidup setelah kau tinggalkan. Uang yang kudapatkan dari jerit payahku dalam bekerja, selalu kuhambur-hamburkan demi kepuasan nafsuku. Sungguh kotor diriku setelah sepeninggalmu. Bukannya aku bertobat, aku malah banyak melakukan dosa dan maksiat. Tidak ada pikiran kapan aku akan bertobat, karena aku tidak menyadari bahwa kehidupan di dunia ini ternyata singkat. Alkohol, wanita, ganja, selalu ada disetiap malamku demi menghilangkan ingatanku akan dirimu. Tapi, sesampainya dirumah dengan melihat fotomu yang terpajang di kamar tamu, jiwaku yang tadi kesetanan menjadi jiwa yang remuk. Aku selalu menangis ketika menatap wajah yang ada dalam foto itu. Segala kebaikan tentang dirimu selalu terbayang didalam otakku seakan-akan tak akan pernah hilang dan melekat kuat didalamnya sampai aku tak akan bisa menhapusnya.
            Aku jadi ingat betapa dahulu sebelum kita menjadi suami-istri, akulah yang selalu mengejar-ngejarmu untuk bisa mendapatkan rasa cintamu. Aku bahkan rela melakukan apa saja demi menarik perhatian darimu. Semua itu aku lakukan atas dasar cinta, aku tidak berpikir hari kemudian, bahkan bila dahulu kamu menyuruhku untuk menari telanjang didepanmu saja akan aku lakukan. Rasa malu akan telah hilang bila kamu yang menyuruh, karena semua kulakukan demi kamu agar bisa menerimaku sebagai belahan jiwamu. Rasa cinta yang diciptakan Tuhan memang sangat istimewa. Cinta bisa mengubah orang gagah menjadi orang yang romantis ketika dihadapan orang yang dicintainya. Cinta bisa mengubah orang yang kikir menjadi orang yang super dermawan ketika hendak makan atau menonton bioskop dengan orang yang menjadi pujaannya. Cinta bisa menubah orang yang pemalas menjadi orang yang rajin ketika disuruh orangg yang disayanginya hanya untuk mengantarkan ia ke salon atau belanja. Semua bisa terjadi karena cinta.
            Setelah aku sadari betapa cinta mampu mengubah kepribadian seseorang, aku jadi berpikir betapa labilnya jiwa seseorang ketika berhadapan dengan masalah cinta. Itu telah terbukti pada dirimu, kau sangat mudah ketika dahulu aku merayumu hanya dengan menggunakan wajah palsu. Kau memakan umpan palsu yang kuberikan atas dasar cinta. Karena sesungguhnya cinta itu adalah munafik, orang dengan mudahnya merubah kepribadiaanya demi mendapatkan sebuah sesuatu yakni cinta. Setelah orang mendapatkan sesuatu yang diinginkan, maka dengan semudah membalikkan telapak tangan, orang akan kembali ke kepribadiaan yang lama. Itulah yang terjadi pada diriku, aku berubah menjadi kasar ketika sudah menjadi suamimu. Dahulu aku selalu mengucapkan kata-kata romantis sebelum jalan berdua, sekarang aku mengucapkan kata-kata kasar hanya karena kau telat membukakan pintu gerbang rumah. Dahulu aku selalu membawakan barang belanjaanmu ketika belanja di Mal, tapi sekarang aku sudah tak sudi lagi melakukan hal itu, bahkan aku sudah tidak sudi lagi mengantarkanmu untuk pergi ke Mal untuk belanja. Sungguh kemunafikan itu sangat melekat didalam jiwaku. Entah kenapa hal itu bisa terjadi, tapi inilah kenyataan. Banyak pria lain juga melakukannya, diawal percintaan mereka menggunkan wajah palsu demi menarik perhatian orang yang dicintai, hal yang sebaliknya terjadi ketika pria sudah menikah, bukannya tambah mesra karena hubungan mereka sudah halal. Banyak pria yang justru menyia-nyiakan perasaan istrinya itu. Sungguh bodoh bukan?
            Kematian istriku mungkin hasil dari kebodohanku, akupun menjadi sadar bahwa kemunafikan tidak akan membuat segalanya menjadi indah. Karena bagaimanapun juga kemunafikan adalah sesuatu yang buruk, seseorang akan menjadi pribadi orang lain demi menutupi kepribadiaan dirinya yang buruk dan berusaha menjadi diri orang lain dengan membohongi diri sendiri. Sepandai-pandainya orang menutupi keburukan diri pasti suatu saat akan terlihat. Karena kita terlahir untuk satu kepribadian dan bukan untuk berkepribadiaan ganda.
            Penyelasan atas kematian istriku semoga bisa mengubah kehidupanku nanti, pernah kucoba masuk dunia hitam yang kelihatannya bisa melupakan segala masalah dunia, justru menjadikanku semakin ingat akan dirimu. Aku akan berusaha menjadi diri sendiri dalam menghadapi kesendirian. Kemunafikan tidaklah membuat diriku menjadi seseorang yang kuat dalam menghadapi ujian hidup, kemunafikan justru mengarahkanku menuju fatamorgana jiwa yang tidak jelas kenyataannya.

DUA KUPU SATU KUMBANG


DUA KUPU-KUPU SATU KUMBANG
(Ketika Persahabatan Tidak Sesuai yang Diinginkan)
“Aku putus LLL”. Salah satu pesan yang masuk kedalam kotak masuk saya yang diatasnya tertulis nama “Lusi IPS2”. Sontak diriku terkejut ketika membaca pesan itu, tanpa pikir panjang langsung kupegang HPku dan kujawab “kenapa putus sahabatku?”. Lusi memang sahabatku sewaktu SMA dulu. Dia adalah cewek pendiam dan tidak terlalu akrab dengan teman cowok. Entah kenapa cewek pendiam seperti Lusi bisa berpacaran dengan seseorang yang berbanding terbalik dengan dirinya.
 Empat menit berselang HPku bergetar, pasti pesan dari Lusi!ungkapku dalam hati. Ternyata dugaanku salah, ternyata pesan dari Rini yang masuk ke dalam kotak masuk HPku. Pesan itu berbunyi “mas udah tau belom? Lusi sahabat kita putus?” segera kujawab pesan itu dengan balasan “udah mbak tadi udah sms aku kok”. Empat menit berselang HPku bergetar lagi, dan sebuah pesan dari Rini kembali mengisi kotak masukku. “ouw udah tau tho mas? Tau gak putusnya kenapa?”. Karena aku memang belum tahu kenapa sahabatku yang awal percintaannya dibumbui dengan rasa cinta begitu mendalam bisa putus begitu saja, kujawab pesan dari Rini “Belom tau’i mbak???emangnya kenapa tho kok bisa putus?”. Seperti biasa Rini segera membalas pesan dariku, “Lusi putus karena cowoknya CLBK dengan si Anj*ng itu mas” Rini memang selalu membalas smsku dengan cepat, karena itulah aku lebih sering bercerita kepada dia daripada bercerita kepada Lusi. Lusi terkesan agak lama ketika membalas pesan yang kukirimkan kepadanya. Entah karena ia sudah memiliki pacar atau ia sebenarnya muak menerima pesan dariku. Aku bisa bersahabat dengan Lusi dikarenakan Lusi bersahabat dengan Rini yang kemudian karena Lusi merasa kesepian dan ingin mempunyai sahabat yang setia lalu Rinipun memperkenalkan Lusi dengan saya. Saya sudah sangat lama bersahabat dengan Rini karena saya dan Rini merupakan teman sekelas sewaktu SMA dulu.
Pesan dari Rini kubalas satu jam kemudian “kok bisa mbak?”. Lima menit kemudian rini segera membalas pesan dariku “lama amat mas balasnya? Cowoknya yang sialan mas. Kasian ya Lusi? L” tiga menit kemudian pesan itu kubalas “maap mbak tadi saya tidur??hee..saya juga heran mbak kenapa ya cewek pendiam seperti lusi bisa berpacaran dengan cowok itu?memang cinta itu buta.”  Tiga menit berselang Rini membalas lagi “dasar kebo!!bisa-bisanya tidur pas sms’an J. Iya mas kalau cinta itu buta kasian ya cinta gak bisa main sulap lagi” dari pesannya nampaknya Rini sudah tidak mau membahas masalah Lusi lagi, karena Rini memang sangat tahu tentang sifat Lusi yang egois.
Berkali-kali Rini mengingatkan untuk segera mengakhiri hubungannya dengan cowok itu selalu tak digubris. Lusi mempunyai keinginan yang sangat besar untuk mengubah sifat cowok itu agar menjadi baik. Layaknya “menggarami lautan” usaha yang dilakukan Lusi sia-sia. Cowok itu hanya berlagak baik didepan Lusi saja. Dibelakang Lusi cowok itu layaknya buaya yang mencari mangsa karena tidak makan tiga bulan, begitu buas dan rakus ketika melihat cewek yang lewat didepannya. Lusi memang tidak mengetahui kalau cowok yang sangat disayanginya itu bertingkah seperti itu dibelakangnya, yang Lusi tau cowok itu sangat setia kepada dirinya. Memang cowok itu sangat pandai mengubah sikap layaknya bunglon yang segera berubah warna sesuai tempat yang disinggahinya.
Setiap kali Aku dan Rini mengingatkan Lusi melalui sms pasti tidak di balas. Memang yang namanya cinta itu serasa dunia hanya milik berdua dan yang lain hanya ngontrak. Niat baik Aku dan Rini sebagai sahabat ialah mengingatkan sahabat yang lain agar tidak kecewa kemudian, tidak ada niat sama sekali dari kita berdua untuk mengganggu atau merusak kisah cinta mereka.
Malam hari pada pukul sembilan kurang lima menit HPku bergetar. Sebuah pesan dari Lusi menghiasi kotak masukku. “maap ya baru balas. Seharian aku berdiam diri dikamar nih ndra. Ndak ada yang mau mendengar curhatku. L.” Sifat egois Lusi memang sangat besar, dia padahal tidak pernah mengajak curhat tapi dia sudah bisa mengklaim bahwa tidak ada yang mau mendengar curhatnya. Padahal kalau dia tadi membalas sms dariku dan mengajak bercurhat tentang masalahnya sebagai sahabat pasti akan mendengarkan curhatnya dan bisa ikut merasakan apa yang ia alami. Sifat alamiah sebagai cowokku muncul, dengan ego yang tinggi kubiarkan pesan itu. Aku kemudian bercerita kepada Rini melalui pesan “Rin, sahabatmu egoisnya muncul lagi tuh?katanya ndak ada yang mau diajak curhat..padahal kan dia ndak ngajakin kita curhat ya???orang aneh“ selang beberapa menit Rini segera membalas pesanku. “ hahaa...emang gitu kok mas orangya. Dia nggak mau dengerin omongan kita. Padahal kita kan sebagai sahabat berusaha menghiburnya ya?”. Pesan dari Rini segera kubalas. “nampaknya kita dianggap nggak suka ama hubungan Lusi mbak. Apa mending kita gak usah ikut campur aja ya?” Rini segera membalas”haha...iya kayaknya mas..posisi kita dalam bahaya..daripada ikut campur mending minum es campur mas??segar... J” Rini sudah ngelantur lagi, pertanda dia sudah tidak mau membahas masalah ini lagi. Pesan dari rini cukup aku balas dengan “hahaha...dasar!!!”.
Drrr....drrr....drrr... getaran dari HPku yang berada diatas meja terdengar lagi. Kubaca pesan masukku ternyata dari Lusi. “kok smsku ndak dibalas Ndra?ternyata sahabatpun juga sudah tidak mau membalas sms dari aku lagi.. L” dengan sedikit agak kesal kubalas pesan dari lusi “eehh.. maap ya Lus saya tadi lupa membalas pesanmu?hee..kok kamu gitu sih?jangan egois gitu dong?” lain dari biasanya Lusi yang biasanya sangat lama membalas pesan dariku, kali ini dia sangat cepat membalas pesan dariku. “siapa yang egois!!!kamu ama Rini tu yang egois dan tidak menyetujui hubunganku ama pacarku kan?sahabat macam apa kalian?...met malem..” agak bingung ketika Aku membaca pesan dari Lusi. Kenapa situasinya jadi berubah menjadi seperti ini.
Keesokan harinya semua pesan dari Lusi langsung kuceritakan kepada Rini melalui sms. “rin. Kenapa kita malah dituduh si Lusi kita yang egois ya?dan ngatain kita sahabat macam apa kalian” Rini segera membalas. “ehh..masak dia bilang gitu mas? Kita telpon aja yuk biar semuanya jelas” pesan Rini segera Kubalas “iya deh Rin, mending aku telpon dia aja..nanti saya sambungkan ke kamu ya?” “OK...mas” jawab Rini.
          Tut...tut...tut...suara HPku menunggu jawaban Lusi.
          Halo...ngapain Ndra? (jawab Lusi)
         Maap Lus, ganggu tidurmu, bentar ya aku sambungin ke Rini.(Tanpa tanya dia mau apa tidak segera kusambungkan panggilanku ke nomor Rini)
         Halo...gimana mas?udah tersambung ma Lusi(jawab Rini)
         Udah mbak bicara aja!!
Tanpa berpikir panjang Rini yang sudah emosi dengan Lusi segera meluapkan emosinya kepada Lusi karena ia dianggap menjadi orang yang tidak menyetujui hungungannya. Kemudian diakhir pembicaraan terdengar ucapan yang sangat menyedihkan didalam persahabatan antara Aku, Rini dan Lusi. Lusi mengatakan bahwa dia sudah tidak mau bersahabat lagi dengan Aku dan Rini. Sambungan telpon dariku juga sudah ditutup hanya terdengar suara tangisan dari Rini yang masih terdengar ditelpon. Aku juga merasa bersalah tentang kejadian ini. Berawal dari kisah persahabatan yang begitu indah, dapat hancur begitu saja ketika datang sebuah perasaan yang bisa berarti indah dan bisa pula berarti buruk. Perasaan itulah yang dinamakan CINTA.
Keinginan sahabat untuk mengingatkan sahabatnya agar tidak salah dalam memilih sesorang yang akan menjadi kekasih hatinya ternya sia-sia jika seorang yang diingatkan lebih mengedepankan sifat egois yang dimilikinya. Mungkin Lusi belum mengetahui bahwa kecintaan sahabatnya itu lebih besar dibandingkan pacarnya mencintainya.