Monday, 7 January 2013

TANGGAPAN TENTANG KURIKULUM 2013


TANGGAPAN MENGENAI KURIKULUM 2013
            Pergantian kurikulum sudah menjadi hal yang wajar terjadi di dunia pendidikan negeri kita ini. Bahkan bisa dikatakan setiap menteri pendidikan yang baru selalu mempunyai inovasi yang baru pula mengenai kurikulum pendidikan. Kurikulum 2013 ini menurut Khairil(Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Pengembangan) dinilai akan mengalami banyak perubahan dibanding kurikulum sebelumnya yang dibuat tahun 2006. Selain isi pengajaran, juga mengubah cara penyampaian termasuk penyiapan dan penyediaan buku ajarnya. Kelak empat mata pelajaran itu harus menggunakan buku yang distandarkan oleh kementerian. Sedangkan mata pelajaran lain, boleh menggunakan buku pedoman yang lain namun harus di bawah pengawasan kementerian. Beberapa mata pelajaran yang kurikulumnya akan direvisi antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sedangkan untuk mata pelajaran lain, kata Khairil, ada kemungkinan beberapa akan digabung jika memungkinkan untuk membentuk kurikulum yang lebih sederhana dan efektif. "Diajarkan 5 jam lebih bagus asal efektif daripada 10 jam tapi banyak yang tidak bermanfaat," ucap Khairil.
            Dengan berdasar pada cuplikan artikel diatas dapat diketahui bahwa kurikulum 2013 mempunyai visi yang sangat hebat kedepannya. Akan tetapi bila dilihat dari sumber daya manusianya khususnya guru-guru yang mengajar akan terlihat sia-sia. Pasalnya hampir semua guru di Indonesia mempunyai cara mengajar yang sama walaupun kurikulumnya berbeda. Tanggapan saya mengenai kurikulum yang baru ini adalah pemerintah sebaiknya mengkaji ulang rencana perubahan kurikulum yang baru ini karena akan sia-sia jika kurikulum yang banyak menghabiskan dana APBN ini menjadi tidak efektif dan justru membingungkan para pengajar dan pelajarnya.
            Ada baiknya pemerintah lebih meningkatkan kualitas guru-guru yang ada sekarang melalui program-program kursus yang lebih efektif dan mampu membuat kualitas dari guru-guru tersebut bisa meningkat. Tidak malah membuat inovasi kurikulum baru yang meresahkan ini.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment